Skip to main content

Suka Pacar Teman | Just Flirting, Do Nothing

Suka Pacar Teman | Just Flirting, Do Nothing

Pernah suka pada pacar teman dekat? Bagaimana kamu bersikap melihat fakta di depan mata, sementara kamu menaruh perasaan padanya? Ya, sudah tahu pasti akan berakhir buruk, lalu mana pilihan yang akan kamu ambil: just flirting atau malah tebar jaring supaya si dia tertangkap?

“Pernah tertarik sama pacar teman, tapi cuma sok manis di depannya dan sesekali curi-curi pandang. Nggak enak kalau sampai mengganggu hubungannya dengan si pacar,” aku Mireva, 22 tahun, mahasiswi.

“Aku suka flirting ke pacar-pacar sahabatku, kalau ada yang termakan ya tinggal bilang ke sahabat kalau cowoknya nggak bener!” terang Nike, 21 tahun, mahasiswi, yang mengaku sengaja menggoda laki-laki yang dekat dengan para sahabatnya untuk mengetes kesetiaan mereka. Lanjut Nike, “Lucunya, kadang mereka sengaja memintaku menggoda pacar mereka, katanya aku paling jago bikin laki-laki mupeng. Kalau yang benar-benar tertarik terus berlanjut dengan kencan belum pernah, aku bukan tipe perebut pacar orang, sih.”

Mireva dan Nike memilih nggak bermain-main dengan pacar teman karena bagi mereka mempertahankan hubungan baik lebih penting ketimbang memenangkan obsesi pribadi mendapatkan apa yang mereka mau. Lalu, bagaimana dengan Fimelova yang lain? Berikut beberapa kisah mereka.

Heny, 26 tahun, account executive, mengatakan, “Gebetan teman malah pernah aku gebet. Kalau dia nggak kasih respons, aku mungkin juga nggak akan macam-macam. Masalahnya dia dulu yang mulai flirting. Ending-nya nggak enak memang, aku tertangkap basah sedang jalan dengan laki-laki itu. Setelahnya aku mundur, dan sekarang mereka sudah menikah.”

“Aku suka sahabatku sejak kecil. Tapi, dia jadian dengan teman kuliahku. Patah hati deh, tapi aku nggak mau menyerah begitu saja ketika itu. Aku berusaha cari tahu bagaimana hubungan mereka. Bahkan aku menunggu dia putus dengan temanku sampai empat tahun, eh mereka malah makin lengket. Aku jadi nggak tega kalau sampai merusak hubungan mereka. Akhirnya aku mengalah walaupun sampai sekarang masih belum bisa melupakannya,” Intan, dokter hewan, 27 tahun, menimpali.

Amarta, 34 tahun, business development, tak ketinggalan bercerita, “Pernah aku jujur bilang masih sayang ke mantanku yang saat itu sudah jadian dengan teman, walaupun nggak mengharap apa-apa. Dan benar, dia memang lebih memilih temanku. Hubungan kami bertiga sampai sekarang masih tetap baik, walaupun aku menjaga jarak.”

Keempat Wanita di atas mempunyai beragam pandangan dan sikap ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa mereka nggak mungkin bisa mendapatkan gebetan yang sudah jadi milik teman dekatnya. Mireva dan Nike pilih mengalah demi persahabatan, Heny yang sempat memutuskan maju akhirnya mundur teratur ketika tahu tetap nggak akan mendapatkannya, Intan memilih menunggu tanpa melakukan apa pun dan harus menerima kenyataan penantiannya sia-sia, sementara Amarta nekat mengungkapkan isi hatinya walaupun nggak mengharapkan sang mantan kembali padanya. Dan kamu, sangat mungkin punya cara lain lagi, kan. Share, Wanita!

Comments

Popular posts from this blog

Pesta nih, Butuh Listrik Sementara..

Butuh listrik sementara, cuma buat acara pesta doank.. Anda ingin melakukan pemasangan listrik yang baru di rumah atau kantor? kini Anda tidak perlu repot-repot untuk datang ke kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN), cukup menelpon ke 123 guna melakukan pemasangan listrik. Humas PLN Agus Trimukti menuturkan, PLN melakukan terobosan itu dengan cara meningkatkan kemampuan call center (CC) PLN 123. Dari sekadar melayani info gangguan dan informasi lainnya, kini menjadi loket pelayanan pasang baru (PB), perubahan daya (PD), dan penyambungan sementara (PS). “Sejak Agustus 2011 seluruh unit PLN, khususnya di Jawa dan Bali, sudah siap melayani permintaan PB, PD, dan PS melalui CC 123,” ungkap Agus dalam siaran persnya kepada Okezone di Jakarta, Minggu (11/9/2011). Nantinya, kata dia, calon pelanggan yang ingin minta sambungan listrik, minta perubahan daya (naik atau turun) dan minta sambungan sementara untuk keperluan temporer seperti pesta tidak perlu lagi datang ke PLN. Masyarakat ...

Banyak Teman, Banyak Rezeki

Banyak teman, benar banyak rezeki?.. Anda pasti sering dengar pepatah ”Banyak anak banyak rejeki,” kalau pepatah saya sih ”banyak teman banyak rejeki!" Dalam bisnis internet, punya banyak teman online itu berkah. Ya, mereka adalah sumur uang saya. Ini sangat membantu perkembangan bisnis saya. Dan yang lebih mengenakkan, banyak sekali keuntungannya. Banyak teman = banyak relasi Relasi-relasi online biasanya melakukan dua hal utama. Pertama, hanya mengunjungi situs saya dan melakukan pembelian. Dengan cara ini mereka telah membantu saya mendapat penghasilan. Dan, biasanya saya akan menginvestasikan lagi penghasilan tadi. Kedua, mereka mempublikasikan situs saya. Wah, ini dia yang paling menguntungkan. Mereka akan merekomendasikan situs saya pada orang-orang lain. Promosi gratis dari mulut ke mulut membuat situs saya populer. Produk-produk saya otomatis ikut terkenal dan laris. Amin… Iklan dan promosi itu perlu. Syukur-syukur kalau Anda bisa beriklan terus-menerus. Tapi, biasan...

General Aptitude Tes (GAT)

 Tes GAT?, Sulit tidak ya?.. Okelah kalo begitu, ini adalah tulisan kedua saya, dan pada kesempatan kali ini saya akan membagi pengalaman tes GAT [General Aptitude Tes] untuk penyaringan masuk calon karyawan PT. PLN (persero). Saya ingin mendaftar pada acara Career Days 2013 tanggal 9 - 10 Februari 2013 nanti, harus seperti apa tes yang tidak pernah saya ketahui ini.. Apa itu GAT, GAT adalah kependekan dari General Aptitude Tes, kalu bahasa indonesianya sih, Tes Potensi Akademik [TPA]. Ya kalau menurut saya tidak jauh berbeda dengan PsikoTes yang saya lakukan di berbagai perusahaan, seperti Astra Toyota (auto2000), dan lain-lain [secara gitu, saya termasuk raja tes dan wawancara kerja, dan setelah sekian banyak perusahaan yang saya coba, akhirnya saya mendapat pekerjaan sesuai dengan hobi dan pendidikan saya] he he, malah OOT. :P Okelah back to the topic, sebenarnya ada berbagai macam TPA/GAT tergantung tempat pelaksanaannya, ada yg menggunakan soal-soal dari lembaga psikol...